Tugas Soft Skill (Tugas II: Tulisan Bebas)

Standar

            Menjadi Mahasiswa Jurusan Akuntansi

       I.            Alasan Memilih Akuntansi

Awalnya saya sama sekalitidak tertarik untuk masuk jurusan Akuntansi. Namun, kegagalan meraih PTN (Perguruan Tinggi Negri)membuat saya untuk berkali-berkali berfikir jurusan apa yang bisa membawa saya pada kesuksesan dihari esok. Saya tahu kesuksesan itu lahir dari tekat, usaha, dan doa dari diri saya sendiri. Di jurusan Akuntansi inilah saya menanamkan tekad untuk sukses, saya bersungguh-sungguh untuk mendalami ilmu Akuntansi ini. Dan saya siap menanggung konsekuensi yang mungkin saja saya hadapi saat saya menuntut ilmu di jurusan Akuntansi. Saya tidak asal pilih untuk menentukan jurusan Akuntansi, saya memikirkan prospek kerja apa yang saya dapatkan nanti setelah saya lulus? Apakah sulit mendapatkan pekerjaan dari lulusan Sajana Ekonomi? Apakah saya puas dengan hasil dari kerja saya nanti? Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan saya nanti? Setelah sedikit demi sedikit saya mendapat jawaban dari pertanyaan tersebut, semakin bulatlah tekat saya memilih jurusan Akuntansi. Satu pertanyaan lagi, di Universita Swasta mana saya harus kuliah dengan jurusan Akuntansi? Lalu saya mulai mencari informasi lewat internet dan dari mulut ke mulut. Jatuhlah pilihan saya di Universitas Gunadarma. Universitas Gunadama adalah satu Universitas unggulan, banyak penghargaan yang didapat oleh Universitas ini. Akreditasi untuk jurusan Akuntansi adalah “A”. Jadi ini adalah pilihan tepat untuk diri, dan masa depan saya.

   II.            Aktifitas Di Kampus

Aktifitas utama saya di kampus adalah menuntut ilmu. Bergelut dengan mata kuliah selama 4hari dalam seminggu, tentunya bergelut juga dengan kemacetan saat menuju ke kampus dan pulang dari kampus. Berhadapan dengan para dosen yang tekadang memberikan tugas secara berlebihan, seenaknya mengganti jam kuliah, dan lain-lain. Selain itu saya juga harus menjalani beberapa praktik, yang membuat saya pulang larut malam di hari kamis. Ketika habis jam mata kuliah biasanya saya dan teman saya mencari makan siang, setelah makan siang kami bergegas ke masjid untuk menjalankan ibadah. Setiap hari jum’at saya dan teman-teman saya menghadiri kajian yang diadakan oleh UKM Fajrul Islam. Sebenarnya saya mengikuti satu oganisasi SEF (Syariah Economic Forum) tapi saya belum penah mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh organisasi tersebut dikarenakan waktunya selalu bentrok oleh jam mata kuliah. Mungkin dilain hari nanti saya akan mengusahakan untuk hadir dalam kegiatan SEF. Nantinya saya akan mencari kegiatan yang lebih bemanfaat dan berguna di kampus untuk diri saya

III.            Kesulitan yang Dihadapi

Sejauh ini lumayan banyak kesulitan yang saya hadapi. Saya sulit untuk fokus saat jam mata kuliah, terkadang mata memperhatikan dosen yang sedang menerangkan tetapi pikiran saya melayang jauh entah kemana. Selain itu suasana kelas kurang kondusif, masih banyak mahasiswa yang suka mengobrol saat dosen menerangakan, akibatnya konsentrasi saya suka buyar. Apalagi mata kuliah akuntansi, entah kenapa mata kuliah ini sulit untuk dipahami. Yang saya rasakan cara dosen mengajar kurang jelas. Mungkin juga karena saya sebelumnya tidak pernah bersentuhan dengan yang namanya Akuntasi. Ya, saya adalah lulusan IPA di jenjang SMA. Hm…inilah resiko yang harus saya hadapi. Jadi, saya harus ekstra keras untuk memahami si Akuntansi. Kesulitan lainnya adalah mengatur waktu, sebenanya saya ingin sekali les bahasa Inggris. Namun pengaturan waktu yang menghambat, saya jadi bingung memutuskannya. Terkadang mahasiswa kan suka ada jam tambahan. InsyaAllah di semester dua saya akan les bahasa Inggris, karena jujur saya kurang dalam hal ini.

 IV.            Obsesi Setelah Lulus

Banyak sekali obsesi saya setelah lulus nanti, seperti ingin jadi pegawai disalah satu bank ternama di Indonesia. Tapi, saya tidak mau selamanya jadi seorang pegawai. Justru saya ingin menciptakan  pegawai dengan usaha yang saya ciptakan di masa depan, amin. Saya ingin jadi pengusaha yang memiliki banyak perusahaan di setiap daerah. Bahkan saya berfikir untuk menjadi wakil rakyat, ini adalah obsesi yang menurut saya “WOW”. Profesi ini tidak sembarang orang yang bisa menjalani, selain pendidikan yang tinggi, saya juga harus memiliki ilmu politik yang luas, serta Iman yang kuat. Nah, sedangakan saya adalah lulusan Sarjana Ekonomi. Tapi buat saya tidak ada yang tidak mungkin jika kita ingin berusaha. Obsesi ini muncul ketika saya sering melihat berita yang menyorot wakil rakyat. Wakil rakyat cenderung dinilai negative oleh banyak masyarakat karena tingkah lakunya. Ada saja masalah yang dibuat oleh wakil rakyat seperti KKN, skandal yang tentunya negative, menghamburkan uang rakyat untuk hal yang tidak terlatu penting, dan lainnya. Saya ingin membalikan citra wakil rakyat di masa depan, dan saya ingin menyerahkan seluruh kemampuan saya untuk memajukan dan mensejahterahkan rakyat. Semoga saja semua obsesi saya ini terwujud, amin. Tentunya obsesi saya ini untuk membahagiakan orang tua saya, dan membuat mereka bangga dengan saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s