layakkah?

Standar

“persetan!” “bangsat!” “jalang!” “tak tau malu!” “perusak rumah tangga orang!” “jablay!” “wanita murahan!” “perek!” “setan!”. itulah beberapa contoh kata yang orang lain lontarkan padaku. aku ini salah apa? aku hanya butuh uang untuk menghidupi diriku dan anakku. hanya lewat pekerjaan inilah aku dapat bertahan hidup. mereka merasa diri mereka paling benar! sok suci! mereka tak tahu bagaimana penderitaanku selama ini! Tuhan tidak adil!

mengapa mereka tidak bisa membiarkanku bersenang dan bersantai sedikit….saja. ada saja yang datang menemuiku lalu mencaci dan memukulku. atau terkadang lelaki hidung belang itu tidak membayar penuh aku. memang brengsek mereka! “salahkan saja suamimu itu yang haus akan seks! dan lihat dirimu juga yang tidak bisa menjaga dan memuaskannya” ucapan itu yang aku lontarkan ketika ada seorang istri dari lelaki yang mengencaniku datang menemui. aku kan hanya menjalankan tugasku sebagai pekerja. hah…ada-ada saja mereka.

anakku ini tidak paham apa pekerjaanku, umurnya baru menginjak empat tahun. “orang itu siapa bun? kok dia jahat sama bunda” hanya itu yang dia ucapkan jika ada orang yang mencaciku di rumahku sendiri. belum lagi…omongan tetangga yang tidak ada habisnya membicarakan tentang keburukkan diriku. mulut mereka bocor sekali! yasudah sih ini kehidupanku, kenapa kalian yang repot? memangnya kalian mau membiayai kehidupanku? buat makan saja kalian susah! bahkan mereka sering meminjam uang kepadaku. tak tahu malu!

hahaha aku masih tidak percaya tentang pandangan orang terhadapku. begitu hinakah pekerjaanku? bukankah sama hinanya jika orang-orang itu mencaci, mencibir, dan memukulku? hidup ini memang terlalu kejam.

—-

itulah sedikit gambaran hidupku di masa lalu, sekarang, saat ini, aku beraada di samping calon suami baruku yang akan menikahiku. dialah lelaki kiriman Tuhan yang membawakan cahaya suci padaku. dia yang menyadarkanku untuk pergi dari kelamnya masa lalu. dia yang membuatku bertobat dan percaya lagi akan adanya kuasa Tuhan. Tuhan, beruntung sekali diriku ini mendapatkan dirinya. terimakasih ya Tuhan, kupanjatkan syukur ini padamu. namun aku masih sering bertanya, layakkah aku mendapatkan kebahagiaan yang sungguh luar biasa ini? dan apakah tobatku diterima olehmu Tuhan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s