Terlepas

Standar

Titik kejenuhan ini memang aku yang buat. Aku mungkin telah tersadar, jika mencintaimu dalam diam itu hanya sebuah kebodohan. Aku memilih untuk mundur dari jangakauan hatimu, memilih melanjutkan kehidupan yang nyata, bukan sebatas harapan yang bisa sirna kapan saja . Aku bebas! Bebas berekspresi tanpa harus takut dihampiri oleh bayangmu.

Iya, aku lelah dibodohi perasaan yang menyiksa ini. Bukan, bukan salahmu. Ini salah diriku sendiri. Ketahuilah, telah lama sebelum akhirnya aku menyerah dengan semua ini, diriku tersiksa. Begitu bodohnya aku, membiarkan belenggu kecewa datang silih berganti seiring cinta yang terus mengalir untukmu……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s