Review I: Abstract

Standar

REVIEW

PENGARUH MANAJEMEN KEANGGOTAAN TERHADAP PARTSIPASI ANGGOTA KUD DI PROVINSI JAWA BARAT

 

Oleh:

Caska

Peneliti pada Pusat Koperasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (P2KPEM)/Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Riau Pekanbaru

Jurnal Manajemen/Tahun XII, No. 1, Februari 2008: 22-23

ABSTRACT

 

Abstract: The objectives of the research are to analyse: (1) the influence of membership management on the contributive participations: and (2) the influence  of membership management on the incentive partisipations. The method used for this research is hypothesis testing. The technique of data collecting used in this research are: 1) Questioner; 2) Interview; and 3)Documentation. Analysis Method used in this research is Method Path Analysis. The result of research conclude that: (1) the membership management has significant impact on the contributive participations; (2) the membership management has a significant impact on the incentive participations.

 

Key words: membership management; contributive participation; incentive participation.

 

PENDAHULUAN

            Secara teoritis koperasi sebgai badan usaha mempunyai keunggulan kompetitif dibandingkan dengan badan usaha non koperasi. Keunggulan kompetitif dari koperasi menrut Ropke yaitu:

“(1) keunggulan kompetitif dalam memasuki pasar monopoli/kegagalan pasar (monopoly / market failure); (2) keunggulan kompetitif dalam menghemat biaya transaksi (transacition cost); (3) keunggulan kompetitif dalam menciptakan pacar yang saling berkait (interlinked markets); (4) keunggulan kompetitif dalam mendapatkan modal kepercayaan (trust capital); (5) keunggulan kompetitif dalam mengurangi ketidakpastian (uncertainty reduction); (6) keunggulan kompetitif dalam menciptakan inovasi (innovation)” (Ropke, 2005:27).

Namun demikian keunggulan kompetitif yang diuraikan di atas tidak sejalan dengan fenomena koperasi di lapangan. Indikasi ketidakselarasan tersebut diantaranya dilihat dari “sumbangan sektor koperasi terhadap produksi domestik bruto (Gross Domestic Product/GDP) dari tahun ke tahunn komposisinya tidak mengalami perubahan yang berati kontribusi sektor koperasi terhadap GDP baru sekitar 1-3 persen saja” (Biro Pusat Statistik, 2005). Kondisi ini bila dibandingkan dengan pelaku ekonomi lainnya misalnya Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), ternyata koperasi mempunyai sumbangan yang relatif sangat kecil.

Dalam pengembangan koperasi harus memperhatiakn dan mendasarkan kepada bagaimana agar anggota mau berpartisipasi di dalam koperasi. Agar anggota koperasi mau berpartisipaso maka ia harus mendapatkan manfaat dari koperasi berupa promosi khusus sebagia pelanggan maupun sebagi pemilik. Partisipasi anggota ditentukan oleh sejauh mana koperasi dapat memberikan manfaat khusus yang mungkin tidak dapat diperoleh dari lembaga bukan koperasi. Kelayakan studi koperasi didasarkan kepada dapat menciptakannya manfaat khusus tidak memenuhi kelayakan studi. Selanjutnay manfaat yang akan diperoleh dari perusahaan bukan koperasi.

Menurut Ropke ada empat faktor yang menentukan pendapatan anggota koperasi, yaitu:

“(1) harga keluaran (output): pendapatan/pengahasilan anggota akan meningkat, jiak koperasi dapat menawarkan harga produknya lebih baik daripada “pasar”; (2) biaya produksi: pendapatan anggota akan meningkat, jiak koperasi berhasil menurunkan harga masukan (input) yang harus dibayar anggota dibandingkan pasar (misalnya, harga pupuk yang rendah); (3) tersedianya sumber-sumber: pendapatan angoota akan meningkat jika koperasi berhasil menyediakan sumber-sumber atau fasilitas-fasilitas bagi anggotanya yang tidak tersedia di tempat lain. Contoh, kopersai menyediakan lahan pengolahan melalui perluasan fasilitas-fasi;itas kredit; (4) peningkatan produktivitas: peningkatan pendapatan anggota akan diberlakuakan jika koperasi berhasil meningkatkan produktivitsa aktiva-aktiva yang tersedia bagi para anggota. Contoh produktivitas aktiva adlah pelatihan dan konsultasi, penyediaan mesin yang lebihi baik atau teknologi baru” (Ropke, 2005: 45)

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diungkapkan maka, identifikasi maslah sebagai berikut: (1) seberapa besar pengaruh manajemen keanggotaan terhadap partisipasi kontributif; (2) seberapa besar pengaruh manajemen keanggotaan terhadap partisipasi identif.

Pada bab ini akan menjelaskan tentang metode penelitian yang dipakai yaitu dengan menggunakan metode uji hipotesis (hypothesis testing) (Uma Sekaran, 2004:98).

Pertimbangan adalah karena penelitian ini bermaksud untuk menganalisis berbagi informasi dan dat lengkap tentang perkoperasian beserta fenomenanya yang sedang terjadi, khususnya mengenai fenomena manajemen keanggotaan dan pengaruhnya terhadap partisipasi anggota KUD Mina di Provinsi Jawa Barat.

b

Nama / NPM   : Yunika Kumalasari / 27211672

Kelas / Tahun  : 2EB09 / 2012

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s