Review II: Pengertian Koperasi

Standar

REVIEW

PENGARUH HARGA DAN PELAYANAN ANGGOTA TERHADAP PARTISIPASI ANGGOTA DI KUD TANI WILIS KECAMATAN SENDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

 

Oleh:

Sulastri Rini Rindrayani

Cakrawala Pendidikan, Volume 11, Nomor 1 April, 2009

PENGERTIAN KOPERASI

            Menurut Ropke bahwa, “koperasi adalah suatu organisasi bisnis yang pemili/anggotanya adalah juga pelanggan utama perusaha tersebut. Kriteria identitas suatu koperasi akan merupakan dalli/prinsip identitas yang membedakan unit usaha koperasi dengan unit usaha lainnya” (Hendar dan Kusnadi, 1999 : 12) International Cooperative Alliance (ICA) mendefinisikan, “koperasi sebagai kumpulan orang atau badan hukum, yang bertujuan untuk perbaikan sosial ekonomi anggitanya dengan memenuhi kebutuhan ekonomi anggitanya dengan jalan berusaha bersama-sama saling membantu antara satu dengan lainnya dengan cara membatasi keuntungan, usaha tersebut harus didasarkan pada prinsip-prinsip koperasi (Hendar dan Kusnadi, 1992 : 12).

Dari pengertian di atas dapat dijelaskan secara hukum bahwa (1) koperasi adalah badan usaha yayasan atau perkumpulan sosial lainnya, (2) pendiri atau pemiliknya adalah orang-orang (perorangan/individu) atau badan hukum koperasi, (3) cara kerja kopersai berdasarkan prinsip-prinsip koperasi dan asas kekeluargaan, (4) koperasi merupakan badan usaha sebagai gerakan ekonomi rakyat.

Sedangakan UU No. 25 tahun1992 tentang koperasi Bab 1, Pasal 1, ayat (1) yang dimaksud koperasi adalah “koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan” (Koerman, 2001 : 35)

Dari pengertian di atas dapai dipastikan secara hukum bahwa (1) koperasi adalah badan usaha bukan yayasan atau perkumpulan sosial lainnya, (2) pendiri atau pemiliknya adlah orang-orang (perorangan/individu) atau badan hukum koperasi, (3) cara kerja kopersai berdasarkan prinsip-prinsip koperasi dan asas kekeluargaan, (4) koperasi merupakan badan usaha sebagai gerakan ekonomi rakyat.

Penetapan Harga

Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang mengahasilkan penerimaan penjualan. Seperti yang dinyatakan oleh Fandy Tjipto (2000:151), “harga merupakan komponen yang berpengaruh langsung terhadap laba perusahaan”. Tingkat harga yang ditetapkam mempengaruhi kuantitas yang terjual. Selain itu secara tidak langsung harga juga mempengaruhi biaya, karena kuantitas yang terjual berpengaruh pada biaya yang ditimbulkan dalam kaitannya dengan efisiensi produksi. Oleh karena penetapan harga mempengaruhi pendapat total biaya total, maka keputusan dan strategi penetapan harga memegang peranan penting dalm setiap perusahaan.

Sementara Sofyan Assauri (2007 : 223) menyatakan bahwa,”…peranan harga sangat penting terutama untuk menjaga dan meningkatkan posisi perusahaan di pasar, yang tercermin dalam share pasar perusahaan, di samping untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan.”. dengan demikina penetapan harga mempengaruhi kemampuan bersaing perusahaan dan kemampuan perusahaan mempengaruhi konsumen.

Sementara itu dari sudut pandang konsumen, harga seringkali digunakan sebagai indikator nilai bilamana harga berhubungan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau jasa. Nilai (Value) dapat didifinisikan,”sebagai rasio antara manfaat yang dirasakan terhadap harga atau dapat dirumuskan sebagai berikut (Fandy Tjipto, 2000 : 151)

b

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat harga tertentu, bila manfaat yang dirasakan konsumen meningkat, maka nilainya akan meningkat pula. Demikian pula sebaliknya pada tingkat harga tertentu, nilai suatu barang atau jasa meningkat seiring dengan meningkatnya manfaat yang dirasakan. Seiring dalam penentuan nilai suatu barang atau jasa, konsumen membandingkan kemampuan suatu barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhannya dengan kemampuan barang atau jasa subsitusi.

Ada beberapa cara penetapan harga berdasarkan dengan orientasi permintaan (Fandy Tjipto, 2000 : 157 – 160) : (1) Skimming Price. Strategi ini diterapkan dengan jalan menetapkan harga tinggi bagi suatu produk baru atau inivatip selama tahap perkenalan. Kemudian menurunkan harga tersebut pada saat persaingan mulai ketat. (2) Penetration Pricing. Dalam startegi ini perusahaan berusaha memperkenalkan suatu produk baru dengan harga rendah dengan harapan dapat memperoleh volume penjualan yang besar dalam waktu yang relative singkat. (3) Prestige Pricing. Merupakan strategi menetapkan tingakat harga yang tinggi sehingga konsumen yang sangat peduli dengan setatusnya akan tertarik dengan produk dan kemudian membelinya. (4) Price Lining. Perusahaan menjual produk lebih dari satu jenis. Harga untuk lini produk tersebut bisa bervariasi dan ditetapkan pada tingkat harga tertentu dan berbeda. (5) Odd- Eveb Pricing. Strategi ini dilakukan dengan cara mencatumkan harga barang yang ditawarkan dengan harga yang ganjil, misalnya : Rp. 1.595,00 dan 9.9975,00. (6) Demand-Backward Pricing. Strategi ini dilakukan dengan cara memperkirakan tingakt harga untuk produk-produk yang relatip mahal. (7) Bundle Pricing. Merupakan strategi pemasaran dua atau lebih produk dalam satu harga paket.

Pelayanan Anggota

            Menurut Tri Kurnia Hariyanti (2003 :344) dalam kamus lengkap Bahasa Indonesia mengartikan “pelayanan” orang yang  kerjanya melayani. Dengan demikian “pelayanan” dapat diartikan suatu perbuatan yang diberiakan oleh seorang pelayan pada saat melayani seseorang.

Pelayanan anggota dapat diartikan suatu perbuatan yang diberikan koperasi pada saat melayani anggota. Jadi koperasi sebagau pelayan dan anggota sebagai orang yang dilayani. Misalnya koperasi selalu ramah dalam melayani anggotanya, koperasi selalu cepat dan tepat dalm memberikan pelayanan, barabg yang dibutuhkan pada anggota selalu tersedia di koperasi dan sebagainya.

Pelayanan Anggota Dalam Koperasi

Menurut Hendar dan Kusnadi (1999 : 16) menjelaskan bahwa “Hubungan pelayanan muncul karena fakta bahwa anggota disamping sebagai pemili juga sebagai pelanggan utama koperasi”. Dibagian lain Hendar dan Kusnadi (1999 : 17) juga menjelaskan bahwa “Ada dua faktor utama yang mengharuskan meningkatkan pelayanan kepada anggota. Pertama adlah adanya tekanan persaingan dari organisai lain (terutama organisasi non koperasi), dan kedua adalah perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban”. Sementara Alfred Hanel (2005 : 128) jika para anggota tidak puas terhadap kegiatan pelayanan koperasinya, maka prinsipnya, mereka dapat berusaha mempengaruhi para pengambil keputusan dan manajer perusahaan koperasi untuk memperhatikan kepentingan dan tujuannya, dengan menggunakan komunikasi formal”.

Pengertian Partisipaasi

            Istilah partisipasi secara harfiah sebenarnya diambil dari bahasa asing “partisipasipation” “yang artinya mengikut sertakan pihak lain”. Hendar dan Kusnasdi (1999 : 63). Bila dipandang dari segi demensinya, partisipasi terdiri atas, pertama dapat dipaksakan (forced) dan dapat pula sukarela (Valontary) (Hendar dan Kusnadi, 1999 : 61). Partisiapasi yang dipaksakan adalah suatu partisipasi timbul karena dipaksakan misalnya undang-undang atau keputusan pemerintah yang mewajibkan anggotanya untuk berpartisipasi. Sedangkan partisipasi sukarela terjadi apabila manajemen memulai gagasan tertentu dan bawahan menyetujuij untuk berpartisipasi.

Partisipasi dalam koperasi adalah  mengikutsertakan anggota koperasi baik dia sebagai pemilik maupun sebagai pelanggan. Dalam koperasi ada dua macam partisipasi yaitu partisipasi kontributif dan insentif.

Menurut Rpke dalam Hendar dan Kusnadi (1999 : 73) menyatakan, “pada dasarnya kualitas partisipasi tergantung pada interaksi 3 variabel yaitu: (a) para anggota, (b) manajemen koperasi, (c) program.”. artinya bahwa partisipasi dalam pelaksanaan pelayanan yang disediakan koperasi akan berhasil apabila ada kesesuaian (fit) antara anggota, program dan manajemen. Kesesuaian anggota dengan program adalah adanya kesepakatan antara kebutuhan anggota dan keluar (output) program koperasi.

b

Hipotesis

  1. Diduga ad pengaruh secara simultan variabel harga dan pelayanan anggota terhadap partsipasi anggota di KUD Tani Wilis Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung.
  2. Diduga ada pengaruh secara parsial variabel harga dan pelayanan anggota terhadap partisipasi anggota di KUD Tani Wilis Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung.
  3. Diantara variabel harga dan pelayanan anggota ada yang paling dominan berpengaruh terhadap partisipasi anggota di KUD Tani Wilis Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung.

Nama / NPM   : Yunika Kumalasari / 27211672

Kelas / Tahun  : 2EB09 / 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s